Selasa, 25 Maret 2008

MOTIVASI DIRI



Berusahalah, jangan cepat berpuas hati sehingga yang baik menjadi lebih baik dan yang lebih baik menjadi paling baik.

Kegagalan bukan muktamad. Kita gagal karena terlalu cepat mengaku kalah dan mudah putus asa.

Tidak ada kemajuan tanpa perubahan. Orang yang tidak boleh mengubah pemikiran tidak boleh mengubah apa-apa.

RAJIN merupakan puncak dari kejayaan, sedangkan MALAS merupakan puncak dari kegagalan.

Memulakan sesuatu itu adalah hebat, tetapi menyelesaikannya adalah lebih hebat.

Kebanyakan orang bodoh bukan karena mereka bodoh, tetapi karena mereka kerja bodoh.

Empat Kepercayaan yang Memperdayakan

Yang pertama: apapun yang terjadi, itu adalah yang terbaik bagi kita. Seperti yang dijelaskan pada ayat berikut:
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS.Al Baqarah:216)
Yang kedua: tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada hanyalah belajar atau keberhasilan. Artinya semua orang sukses selalu mendapatkan hasil. Ada tiga kemungkinan hasil yang bisa didapatkan, yaitu apa yang dia inginkan, hikmah, dan pahala. Orang sukses dan shalih minimal mendapatkan hikmah dan pahala. Sementara orang gagal adalah mereka yang tidak pernah mendapatkan apa-apa dari pengalamannya.
Yang ketiga: apa pun yang terjadi pada diri kita adalah tanggung jawab kita. Jika kita mempelajari Hukum Daya Tarik, maka kepercayaan ini sangat berlandaskan. Tentu saja kita tidak bisa melepaskan peran Allah dari setiap kejadian. Namun firman Allah menjelaskan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri.
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS.Ar Ra’d:11)
Yang keempat: waktu yang tepat adalah sekarang. Seringkali kita beranggapan bahwa kita harus mencari waktu yang tepat untuk memulai. Sebenarnya waktu yang tepat untuk memulai adalah sekarang. Mungkin, waktu peluncuran sesuatu ada saatnya yang tepat, tetapi memulai aksinya adalah sekarang juga saat yang tepat.
Kita tidak perlu memahami segalanya untuk bisa menggunakan segalanya. Artinya kita tidak perlu sempurna dulu baru kemudian mulai. Mulailah dengan apa yang sudah kita miliki. Kalau pun kita hanya memiliki satu tindakan untuk memulai, maka itu sudah cukup.

2 komentar:

seorang manusia mengatakan...

kudukung dech.....!!!!

die-ta mengatakan...

Kata-kata na bagus!!!! Q dukung slalu.
Allahu Akbar!!!!